Cerita Dewasa – Ganasnya Sopirku
Cerita Dewasa Mesum – Ganasnya Sopirku
– Kisah ini terjadi sejak setahun yang lalu dan herannya aku tidak
dapat melepaskan dirinya dari sisiku. Panggil saja aku Emma. Sejak
usiaku 20 tahun aku menjadi bintang iklan dan foto model, dan saat ini
usiaku 27 tahun jadi sudah 7 tahun aku malang melintang di dunia
modelling. Sejak aku sibuk menjadi model, ayah memberiku sebuah mobil
sedan dan aku sendiri yang menyupirnya.
Pada
suatu hari, temanku mengajurkan untuk menggunakan jasa supir. Akhirnya
setelah kutimbang-timbang, suatu hari temanku mengantarkan supir ke
apartemenku. Pada awalnya aku agak ragu setelah melihat wajah (sebut
saja David) untuk menjadi supirku. Terus terang aku agak takut karena
dia berasal dari Timur Indonesia, orangnya berkulit hitam legam, usia
sekitar 53 tahun, orangnya tinggi besar dan berbulu. Namun kata temanku,
dia biasa mengendarai mobil-mobil otomatic dan pernah menjadi supir
dari salah satu kedutaan. Akhirnya dengan segala pertimbangan David
resmi menjadi supir pribadiku. Sejak saat itu aku berpikir untuk memilih
mobil baru, karena mobil sedan yang ayah belikan untukku tidak pernah
kuperbaiki sejak kecelakaan tersebut. Mobil yang kugunakan adalah
keluaran Korea. Dan memang rupanya David selain ahli dalam menyupir
(menyupirnya tenang dan hati-hati), sopan terhadap diriku (jadi
bodyguard-ku), ternyata dalam hal melayani nafsu seksku dia juga ahli.
Kejadiannya
kira-kira satu tahun lalu, malam itu jam 02.30 aku pulang dari acara
pembubaran panitia iklan salah satu produk makanan. Karena pada acara
tersebut ada minuman yang memabukkan, aku agak sempoyongan ketika
dipapah temanku masuk mobil dan Pak David terkaget-kaget dari tidurnya.
Setelah itu David langsung menggantarku pulang ke apartemen. Dalam
keadaan setengah mabuk, berat rasanya untuk naik lift sendiri, setelah
sampai di parkiran apartemen, kuminta David mepapahku ke kamarku di
lantai 37. Tubuhku mengelayut di tubuh David. Sampai di pintu kamar,
kunci kamar lepas dari tanganku karena aku makin pusing. Dengan cekatan
David mengambil kunci yang terjatuh, secara otomatis tubuhku juga
lunglai dan dengan cepat juga David membopong tubuhku, lalu membuka
pintu dan masuk apartemen. Aku dibopong hingga masuk kamar tidurku, lalu
direbahkannya tubuhku di tempat tidur. David lalu keluar kamar tidurku.
Setengah
jam kemudian karena aku tidak dapat tertidur akibat kepalaku pusing dan
aku merasakan mual ingin muntah, aku berteriak memanggil Menik
pembantuku untuk membantuku bangkit. Tapi yang masuk kamar bukan Menik
melainkan David. “Ada apa Non..? Menik khan lagi pulang kampung..” “Oh.. iya.. aku lupa.. tolong.. Pak.. saya mau muntah.” “Kemana.. Non..?” “Tolong.. ke kamar mandi..” David lalu membopongku ke kamar mandi. Sampai di sana aku pun langsung muntah.
Setelah
selesai, David membopongku kembali ke kamar tidur, namun secara tidak
sengaja rok yang kukenakan tersingkap hingga terlihat celana dalamku
yang berwarna hitam model cawat oleh David disaat dia merebahkan tubuhku
di tempat tidur. David pun langsung berubah menjadi buas dan kasar. Dia
langsung menggosokan tangannya di pahaku yang putih mulus dan vaginaku
yang masih tertutup celana dalam diremas oleh tangannya. Aku hanya dapat
mendesah dan tidak dapat berbuat apa-apa untuk menolaknya, karena
badanku yang lemas sehabis muntah.
David
pun makin kasar, celana dalamku langsung ditarik ke bawah hingga betis
lalu jari-jarinya mulai dimainkan di vaginaku. Aku hanya dapat melengguh
dan mendesah ketika jarinya dimainkan di vaginaku. “Ahh.. aahh.. sshh.. sshh.. awghh..” Jari-jari
tangan David ditusukkan makin ke dalam vaginaku. Aku sama sekali tidak
dapat berbuat apa-apa terhadap apa yang David lakukan padaku karena
pusing di kepalaku makin berat dan tubuhku sama sekali tidak bertenaga.
Karena aku tidak dapat berpikir jernih, David makin menggila menguasai
tubuhku. David mulai menjilati
pahaku yang putih nan mulus, makin lama makin ke atas hingga liang
vaginaku terjilat oleh lidahnya yang agak kasar permukaannya. Aku makin
terbawa arus kenikmatan dan bukannya berontak terlebih-lebih ketika
lidahnya menemukan biji klitorisku dan disedot-sedot oleh lidahnya
hingga aku pun melintir dan menggelinjang nikmat.
“Arhh.. arghh.. sshh.. sshh.. oohh.. oohh..! Pak.. David.. terus.. Pak.. trus..!”
Aku malah berceracau tidak karuan. David pun makin menyedot klitorisku lebih gila karena kusuruh.
“Arhh.. arghh.. sshh.. sshh.. oohh.. oohh..! Pak.. David.. terus.. Pak.. trus..!”
Aku malah berceracau tidak karuan. David pun makin menyedot klitorisku lebih gila karena kusuruh.
Setelah
hampir 15 menit lamanya vaginaku disedot oleh David (supirku), aku pun
berontak, dimana kepala David yang ada di selangkanganku kuremas dan
keluarlah dari vaginaku cairan yang langsung dijilat dan ditelan habis
oleh David hingga tidak bersisa. Tubuhku makin lemas setelah cairan yang
keluar dari vagina dengan banyak. Hal ini berbeda dengan David yang
makin ganas, bajuku langsung dirobek, begitu juga BH-ku hingga aku
benar-benar bugil dibuatnya. Payudaraku yang 36B terbungkus kulit putih
bersih nan mulus terbuka tanpa penutup, dan terus terang baru sekali ini
aku bugil dilihat oleh seorang laki-laki seumur hidupku, dan yang
beruntung adalah supirku sendiri. Pacar-pacarku terdahulu pun belum
seuntung supirku.
David
yang belum puas menikmati klitorisku tadi, langsung melepaskan baju dan
celananya hingga bugil. Mataku langsung melihat batang kemaluan David
yang panjang, gede, besar dan hitam menggelantung dengan tegang dan
keras di antara pahanya yang kulitnya hitam legam. Saking hitamnya tubuh
David, sampai terlihat mengkilap karena keringatnya mulai menetes dari
pori-porinya.
David
lalu naik ke atas tubuhku dan jongkok di perutku, batang kejantanannya
menggelantung tepat di wajahku. Aku mulai berontak, kugelengkan wajahku,
aku tidak mau menggulum kejantanannya, karena selain hitam dan besar,
penis David mengeluarkan bau yang agak aneh. Tapi David rupanya lebih
pintar, hidungku dibekap oleh tangannya sehingga aku sulit bernapas, mau
tidak mau aku harus bernapas dengan mulut.
Begitu
mulutku terbuka untuk bernapas, tangannya yang memegangi penisnya
langsung menyodokkan kejantanannya masuk mulutku. Aku pun tersedak oleh
batangnya yang ada di mulutku. Aku berusaha berontak, namun lagi-lagi
hidungku dibekap hingga disaat mulutku terbuka makin lebar batangnya
ditekan lagi lebih ke dalam mulutku. Aku makin tersedak karena batang
David rasanya menyentuh amandelku. Namun rupanya walau sudah menyentuh
amandelku, batang kejantanan David belum sepenuhnya masuk dalam mulutku.
David mencoba menyodokkan lebih ke dalam lagi batangnya dalam mulutku
hingga terasa sampai kerongkonganku hingga aku terbatuk-batuk.
David
lalu melonggarkan dengan menarik kemaluannya sehingga aku dapat
bernapas, tapi lalu dia menyodokkan lagi penisnya masuk ke dalam mulutku
hingga aku tersengal dan terbatuk-batuk lagi, sedangkan hidungku tetap
ditutup oleh tangannya. Otomatis mataku mulai berair menahan rasa sakit
di kerongkonganku. David terus melakukannya selama hampir 1 jam sampai
cairan putih kental, rasanya aneh dan berbau memenuhi mulutku.
Aku
berusaha mengeluarkan cairan itu dari mulutku dengan menahan napas agar
cairan itu tidak masuk, tapi David menyodokkan lagi kemaluannya
sehingga cairan yang bau dan rasanya aneh tertelan juga yang membuatku
terbatuk-batuk. “Nah.. gitu dong.. Bu. Cairan David.. harus Ibu telan. Gimana rasanya, enak.. khan..?” “Bangsat loh.. Sialan loh Vid..! Keluar kamu dari rumah saya..!” Kumarahi
dan kumaki David yang telah menyiksaku. Memang pada saat David
menjilati klitorisku, aku merasakan nikmat, namun hal yang baru saja dia
perbuat terhadapku membuat diriku tersiksa. Namun
David rupanya semakin gila dan ganas. Tubuhku lalu ditariknya ke sisi
tempat tidur, kakiku direnggangkannya dan diletakkan di pundaknya.
Batang kemaluannya ditempelkan pada vaginaku, lalu dengan jarinya
dibukanya vaginaku dan dimasukkan kejantanannya ke dalam vaginaku.
Vaginaku yang masih rapat karena belum pernah dimasuki kemaluan siapa
pun merasa seperti dirobek. Aku meringis kesakitan, “Akh.. akhh.. sakit Vid.. sakit..!”
Kejantanan
David mulai membongkar vaginaku yang masih rapat dan sempit.
Disodokkannya batangnya yang hitam, panjang dan besar itu ke vaginaku. Aku dibuatnya menjerit-jerit menerima sodokan itu di vaginaku, “Akh.. sakit Vid.. kontolmu besar sekali..” “Gimana Bu rasanya..? Nanti juga enak kok.. Bu..” Payudaraku
yang ranum, terbungkus kulit yang putih bersih pun dan ukurannya 36B
sudah dilahap oleh mulutnya, dicucup, disedot dan digigit putingnya. Aku
makin lama makin menggelinjang mengikuti irama permainannya. Walaupun
tubuh David hitam legam sedang berada di atas tubuhku yang putih mulus,
makin lama permainan kami membuat tubuhnya mengkilat karena keringat
yang menimbulkan aroma bau yang tidak enak, yang membuatku ingin muntah
lagi, namun vaginaku rasanya makin enak setelah semua batangnya masuk ke
vaginaku. “Argh.. argh..! Vid,
kontolmu enak sekali.. walau tubuhmu bau.. keringat.. argh.. arghh..
Trus.. Vid.. trus..! Kontolmu nikmat sekali..” David
terus menghujamkan kemaluannya ke dalam vaginaku. Perasaan ini sama
sekali belum pernah kurasakan dalam hidupku. Tapi karena nikmatnya, aku
merasa tidak memperdulikan apakah laki-laki yang menikmati vaginaku itu
supirku sendiri.
David pun juga terus melumatkan payudaraku dengan putingnya digigit-gigit, yang membuatku makin menggelinjang. “Vid.., gila..! Enak buanget kontol lu, argh.. argh..!” kataku menanggapi kelakuannya. “Bu..
memek Ibu juga.. nikmat banget..! Kontol saya kayak diperas-peras..!
Enak buanget.. Bu.” jawabnya sambil terus melakukan gerakan yang
membuatku terasa nikmat. Hampir
satu jam kemudian, vaginaku terhujam batang kejantanannya David. Aku pun
memberontak dan mengelepar ke kiri dan kanan, sambil kujambak rambutnya
yang hitam ikal. Vaginaku terasa sakit luar biasa dengan mengeluarkan
cairan putih kental dan berdarah, namun nikmat bukan kepalang. Cairan
itu membasahi kemaluan David yang masih tertanam di vaginaku. Saking
banyaknya cairan itu sampai keluar hingga meluber ke pahaku.
“Argh..
arghh.. Vid. Aku keluar nich..! Argh.. argh.. sakit Vid, namun.. enak
buanget deh..! Aku sampe.. lemas nih..! Argh.. argh..!” Tubuhku
pun lemas tidak berdaya dengan tetesan cairan putih kemerah-merahan di
vaginaku yang tumpah ke seprei, membuatku agak panik begitu melihatnya. “Vid..! Aku kenapa..? Kok ada.. darahnya.. juga..?” “Ya.., memang Bu. Vagina Ibu sudah sobek. Jadi berdarah.., Ibu bukan perawan lagi.” “Hah..? Aku tidak perawan lagi..? Kamu apain sih..!” “Tenang Bu..! Kalau ada apa-apa, David tanggung jawab.” “Ya sudah.”
Aku
pun langsung lemas lagi karena tetesan itu masih mengalir. Namun aku
tidak berbuat apa-apa ketika badanku diputar posisinya hingga aku
menungging. Dan selama itu pun batang David masih tertanam pada vaginaku
sehingga terasa agak perih. David lalu memompanya lagi kemaluannya
keluar masuk vaginaku, makin lama rasa perih vaginaku hilang karena rasa
nikmat luar biasa yang kurasakan pada vaginaku. Aku merasa kalau batang
kejantanan David rasanya lebih tertusuk ke dalam lagi hingga terasa ke
perutku. Hampir 1 jam kemudian, aku
pun mengeluarkan cairan lagi yang membuat diriku makin lemas tidak
berdaya, yang mana banyak sekali cairan putih kental seakan tidak
habis-habisnya dari vaginaku, tubuhku menjadi lunglai. “Akh.. akh.. Vid.. aku keluar lagi nich..!”
Lima
menit kemudian, akhirnya David pun sampai juga pada puncaknya. Namun
karena posisi tubuhku yang sudah loyo, sehingga David tidak dapat
melepaskan batang kemaluannya dari vaginaku dan secara otomatis cairan
hangat pun mengalir dengan derasnya dari penisnya membasahi rahimku. “Bu.., aku keluar nich..! Aku.. keluar.. argh.. argh.. tapi.. nggak bisa dicabut dari memek Ibu..” Aku
tidak berbuat apa-apa atas tindakan david membuang sperma di rahimku,
karena rasa hangat dan nikmat yang kurasakan, aku hanya tersenyum. “Vid. Hangat sekali sperma kamu. Argh..!”
Setelah
cairan sperma David membasahi vaginaku, dan setelah dia mengubah posisi
tubuhku, akhirnya batang kejantanannya terlepas juga dari vaginaku.
Lalu ambruklah tubuh David di atas tubuhku yang sangat lemas. Kami pun
tertidur lemas tidak berdaya. Aku
terbangun sekitar jam 06.00 pagi. Disaat terbangun, aku terkaget-kaget
melihat David, supirku sedang tertidur telanjang di sampingku. Aku pun
langsung loncat dari tempat tidurku, saat itu aku ingin sekali
membangunkan dan memarahinya, namun setelah kuingat lagi peristiwa yang
David lakukan padaku malamnya, aku malah tersenyum senang. Lalu
kudekatkan tubuhku yang juga bugil, kusandarkan kepalaku dekat kemaluan
David, lalu mulai kujilati dan kukulum batang kejantanannya. Ada
sisa-sisa sperma yang rasanya agak asin terjilat olehku. 5 menit
kemudian ketika batang David yang hitam legam sedang kusedot-sedot,
David pun terbangun, aku pun menyudahi tindakanku.
“Akh..
Vid.. batangmu..enak..sekali, tadi malam memekku kamu.. apain..? Enak
sekali deh..! Saya mau kalau kamu lakukan lagi kapan-kapan.” “Akh..
Ibu. Kalau begitu saya siap main lagi. Semua terserah Ibu.., tapi.. Ibu
nggak marah sama David khan kalau vagina Ibu saya rusak..?” “Nggak Vid. Ibu malah menikmatinya. Kamu.. mau nggak nemenin Ibu mandi..?” “Kalau Ibu mau.., saya mah ayoo aja..” “Yoo.. Vid..!” Aku dan David bermain lagi di kamar mandi sekalian membersihkan tubuh kami. Sejak
saat itu, aku dan David hampir tiap malam melakukan hubungan suami
istri. David, selain menjadi supirku kini menjadi budak nafsu seksku,
dan sudah hampir 9 bulan hubunganku dengan David. Aku pun berharap dapat
hamil dari benihnya David, supirku.
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar